main1
main2
home
sejarah
arsitektur
pengurus
kegiatan
khutbah
fasilitas
gallery kegiatan
buku tamu

 


Video Pembangunan Mesjid

 

header
sejarah

PENDEKATAN PERANCANGAN

PENDEKATAN INTERNAL

Menuju gambaran umum tentang kebutuhan ruang dari Mesjid Raya kota Pangkalpinang sebagai ibukota Propinsi kepulauan Bangka Belitung. Kebutuhan ruang ini dituangkan dalam konsep, program dan organisasi ruang Mesjid Raya . Disamping potensi alam, lingkungan masyarakat nuansa islami yang sangat kental di kampung Tuatunu dan merupakan cikal bakal kota Pangkalpinang. Disamping dorongan dan semangat yang kuat.

PENDEKATAN EKSTERNAL
Berdasarkan asumsi perancang, lokasi perencanaan berada pada kawasan perkampungan Tuatunu , dan oleh karena itu perlu di perhatikan pusat orientasi kawasan yang telah terbentuk seperti kehidupan masyarakat sekitar , sejarah dan budaya , hal ini berkaitan dengan keinginan menjadikan Mesjid raya Tuatunu sebagai The centre Of Showing  dari kehidupan islami kampung dan kota Pangkalpinang pada khususnya sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


KONSEP PERENCANAAN

Kedekatan masyarakat dengan alam dan lingkungan dari pekerjaan utama berkebun dan berdagang, dengan nuansa islami  yang sangat kental menimbulkan konsep Perencanaan bernuansa alami. Kegiatan menanam karet , lada , nanas , dikombinasi kan dengan angka – angka yang mengajarkan mulai dari anak sejak dini Mengenal tempat ibadah hinggga , bentuk yang monumental , Menjadikan Mesjid sebagai kebanggaan masyarakat kampung pada  Khususnya dan kota Pangkalpinang sendiri sebagai ibukota Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung.
KUBAH UTAMA BERBENTUKBUAH KARET YANG DIBELAH MENANDAKAN KITA TIDAK BOLEH LUPA AKAN AKAR, SEBAGAI SIMBOL PENGHASILAN UTAMA JAMAN DULUWARGA TUATENU ADALAH KARET



KUBAH ATAS BERBENTUK TUDUNG SAJI SEBAGAI PENJAGA NAFKAH LAHIR BATHIN WARGA TUATUNU PADA KHUSUSNYADAN KOTA PANGKALPINANG PADA UMUMNYA

 

 

KONSEP RAGAM HIAS
Motif Kaligrafi
Motif Kaligrafi diaplikasikan perancang pada bagian-bagian tertentu bangunan utama mesjid seperti  pada ruang mihrab, mimbar serta pada          elemen-elemen pencahayaan seperti jendela kaca patri/kaca ukir, bouvenlight dan elemen  ventilasi seperti roster.




Motif Figuratif
Merupakan motif-motif dari bentuk-bentuk tumbuhan dan hewan. Dalam hal ini, motif melayu sangat kaya akan  pola-pola tumbuhan dan hewan, oleh karena itu perancang mempunyai beberapa alternatif pola melayu khas Bangka Belitung seperti  motif sahang, motif tampuk pinang atau pola pengembangan dari buah karet. Penempatan motif-motif melayu ini akan lebih banyak diterapkan pada bagian eksterior bangunan yaitu pada dinding luar bangunan, ampig(sofi-sofi), ventilasi dan lisplang .



Motif Lada “Sahang Berumpun”

 

 

 


Copyright (c) 2008 PT Telkom Divisi Regional I Sumatera. All rights reserved.