PENDEKATAN PERANCANGAN
PENDEKATAN INTERNAL
 |
Menuju gambaran umum tentang kebutuhan ruang dari Mesjid Raya kota Pangkalpinang sebagai ibukota Propinsi kepulauan Bangka Belitung. Kebutuhan ruang ini dituangkan dalam konsep, program dan organisasi ruang Mesjid Raya . Disamping potensi alam, lingkungan masyarakat nuansa islami yang sangat kental di kampung Tuatunu dan merupakan cikal bakal kota Pangkalpinang. Disamping dorongan dan semangat yang kuat.
|
PENDEKATAN EKSTERNAL
Berdasarkan asumsi perancang, lokasi perencanaan berada pada kawasan perkampungan Tuatunu , dan oleh karena itu perlu di perhatikan pusat orientasi kawasan yang telah terbentuk seperti kehidupan masyarakat sekitar , sejarah dan budaya , hal ini berkaitan dengan keinginan menjadikan Mesjid raya Tuatunu sebagai The centre Of Showing dari kehidupan islami kampung dan kota Pangkalpinang pada khususnya sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

KONSEP PERENCANAAN
Kedekatan masyarakat dengan alam dan lingkungan dari pekerjaan utama berkebun dan berdagang, dengan nuansa islami yang sangat kental menimbulkan konsep Perencanaan bernuansa alami. Kegiatan menanam karet , lada , nanas , dikombinasi kan dengan angka – angka yang mengajarkan mulai dari anak sejak dini Mengenal tempat ibadah hinggga , bentuk yang monumental , Menjadikan Mesjid sebagai kebanggaan masyarakat kampung pada Khususnya dan kota Pangkalpinang sendiri sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
KUBAH UTAMA BERBENTUKBUAH KARET YANG DIBELAH MENANDAKAN KITA TIDAK BOLEH LUPA AKAN AKAR, SEBAGAI SIMBOL PENGHASILAN UTAMA JAMAN DULUWARGA TUATENU ADALAH KARET


KUBAH ATAS BERBENTUK TUDUNG SAJI SEBAGAI PENJAGA NAFKAH LAHIR BATHIN WARGA TUATUNU PADA KHUSUSNYADAN KOTA PANGKALPINANG PADA UMUMNYA

KONSEP RAGAM HIAS
Motif Kaligrafi
Motif Kaligrafi diaplikasikan perancang pada bagian-bagian tertentu bangunan utama mesjid seperti pada ruang mihrab, mimbar serta pada elemen-elemen pencahayaan seperti jendela kaca patri/kaca ukir, bouvenlight dan elemen ventilasi seperti roster.


Motif Figuratif
Merupakan motif-motif dari bentuk-bentuk tumbuhan dan hewan. Dalam hal ini, motif melayu sangat kaya akan pola-pola tumbuhan dan hewan, oleh karena itu perancang mempunyai beberapa alternatif pola melayu khas Bangka Belitung seperti motif sahang, motif tampuk pinang atau pola pengembangan dari buah karet. Penempatan motif-motif melayu ini akan lebih banyak diterapkan pada bagian eksterior bangunan yaitu pada dinding luar bangunan, ampig(sofi-sofi), ventilasi dan lisplang .


Motif Lada “Sahang Berumpun”
|